Kamis, 10 Oktober lalu, telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) antara KPPU dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lekpesdam) PBNU. FGD ini dilaksanakan untuk menindak lanjuti MoU antara KPPU dengan PBNU pada bulan Juli lalu. Rencananya, kedua lembaga ini akan menerbitkan buku ‘Fikih Persaingan Usaha’.

“Direncanakan juga untuk membuat kajian penulisan buku teks fikih persaingan usaha yang akan disusun oleh PBNU bersama dengan KPPU. Bahwa etika persaingan usaha sesunguhnya inheren bahkan telah diatur dalam fikih muamalah Islam”, papar Komisioner KPPU Afif Hasbullah di sela-sela penanda tanganan MoU di Hotel Sahid Jaya Jakarta bulan Juli lalu.

Kehadiran buku tersebut untuk membantu pengusaha muslim di Indonesia mengetahui ketentuan-ketentuan persaingan sehat sesuai dengan aturan yang ada di Indonesia, serta ketentuan-ketentuan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Saat ini KPPU bersama Lakpesdam PBNU terus melakukan kajian secara intensif untuk menyusun kerangka buku fikih tersebut.

Kesepakatan penerbitan buku itu juga sebagai tindak lanjut dari permintaan langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Afif agar KPPU bersama Lakpesdan menerbitkan buku fikih yang menyasar ragam masalah perdagangan bagi masyarakat muslim Indonesia, salah satunya terkait persaingan usaha.

“Kemudian yang menjadi lebih penting lagi, ini adalah permintaan khusus Ketum PBNU Kiai Said kepada saya. Karena ini permintaan langsung Kiai, maka saya yakin, buku ini akan sangat bermanfaat bagi pengusaha Nahdliyin dan masyarakat luas. Maka dari itu, saya minta agar kedalaman dan kekayaan isi harus menjadi tujuan utama penerbitan buku ini”, pungkas Afif saat ditanyai perihal pelaksanaan FGD dengan Lakpesdam ini.

Melanjutkan Afif, Deputi Bidang Kajian dan Advokasi KPPU Taufik Ariyanto, mengatakan penerbitan buku fikih yang disusun ulama-ulama NU sangat membantu lembaganya. Untuk itu, pihaknya mendukung penuh penyusunan buku yang diperuntukan bagi pengusaha muslim tersebut. Ia juga mengharapkan kedepan ‘persaingan’ dalam persfektif Islam benar-benar teruraikan secara mendalam.

“Kami akan sangat terbantu untuk menyebar luaskan prinsip-prinsip persaingan sehat yang memang di Indonesia mayoritas Muslim ini,” tutur Taufik di sela-sela FGD.

Hadir dalam FGD ini, Ketua PBNU KH Robikin Emhas dan Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomudin. Keduanya menjadi pemantik materi diskusi.

Previous articleSelamat Hari Batik Nasional
Next articleMembuka Giat Seminar Hukum Persaingan Usaha di Univ. Internasional Batam