Jum’at 28 Nopember 2008, usiamu genap 22 Tahun. Sebuah perjalanan panjang yang penuh peluh. Namun saat ini engkau telah berkembang dewasa, seorang pemuda yang sedang tumbuh berkembang menentukan jati dirinya. Terasa sekali bahwa usaha dan perjuangan selama ini, langkah demi langkah telah menghasilkan prestasi, Unisda semakin dewasa, semakin sehat, semakin luas pergaulannya, dan semakin berkiprah di tengah-tengah masyarakatnya.

Walaupun demikian, Unisdaku harus tidak cepat berpuas diri dengan apa yang dicapai. Masih banyak tantangan yang menghadang di kemudian hari, semuanya harus disiapkan dengan matang, strategis dan termanage. Persaingan dunia global di bidang pendidikan dan dunia industri mengharuskan Unisda untuk senantiasa memperbaiki diri dan berbenah. Banyaklah mengaca terhadap kekurangan diri, janganlah cepat puas atas prestasi, dan anggap sebuah kegagalan yang terjadi merupakan keberhasilan yang tertunda. Jadikan kegagalan dan ketidaksempurnaan sebagai batu loncatan untuk melejit ke posisi yang lebih tinggi.

Ingat Unisdaku, engkau merupakan perguruan tinggi kebanggaan warga nahdliyin di Lamongan, bahkan keberadaanmu sudah mulai mendapat simpati yang baik dari masyarakat. Engkau banyak dibutuhkan oleh banyak pencari ilmu, baik yang ada di kotamu sendiri maupun mereka yang ada di luar kota, bahkan luar propinsi. Ingat pula wahai Unisda, engkau adalah Universitas tertua di Lamongan, walaupun memang bukan perguruan tinggi yang tertua, namun lompatan prestasimu dan tumbuh kembang pribadimu telah banyak melampaui teman-teman sebayamu yang lain.

Jadi Unisda, engkau di Ulang Tahun yang ke 22 ini, bersyukurlah. Memujilah dengan segenap rasa syukur,yang tulus dan ikhlas seraya memohon kepada Allah SWT agar senantiasa mebimbingmu dalam kebenaran dan menolongmu atas bahaya yang mungkin muncul. Juga, sampaikan terimakasih setulus hati kepada semua keluarga, handai taulan, dan seluruh masyarakat yang selama ini membangun dirimu, mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk kebesaranmu, serta stake holder semuanya yang telah membantu dirimu. Karena kedewasaan dan kebesaranmu hari ini juga atas andil semua pihak.

Secara khusus wahai Unisda, engkau harus ingat dari rahim siapa engkau dilahirkan, serta siapa yang membidani lahirnya dirimu. Kehormatan yang engkau sampaikan pada orang tua mu akan menunjukkanbaktimu pada mereka. Oleh karenanya jangan lupakan mereka, jadilah seorang putra kebanggaan yang bisa membuat para orang tua berbahagia dantidak pernah menyesal melahirkan dirimu. Patuhi pesan orang tua, ikuti petuahnya dan jangan sekali-kali lupa sekedar mendoakan setiap waktu.

Engkau lahir dari rahim Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar pada tahun 1986 yang lalu. Kelahiranmu telah dinantikan jauh hari sebelumnya oleh K.H. Sofyan Abdul Wahab, kyai kharismatik pendiri pondok Matholi’ul Anwar. Beliau dengansangat mendalam mengharapkan kehadiranmu untuk melengkapi saudaramu yang lain,yakni Madrasah Ibtidaiyah,Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, SMP NU serta SMK NU. Namun sayang, beliau tidaksempat melihat kelahiranmu dan tumbuh kembang dirimu. Beliau sudah wafat semenjak tahun 1983, tiga tahun sebelum Unisda lahir.

Engkau pun tidak dapat dipisahkan dari peran besar seorang bidan yang sekaligus sebagai tukang susumu, pembina dan pembimbingmu hingga engkau hampir melepas masa remajamu. Delapan tahun lalu,bidanmu telah tiada dalam kondisi memperjuangkan kebesaran dirimu. Ya, K.H. Masjkuri Shodiq bidanmu itu mengalami kecelakaan bersama K.H. Saifuddin Zuhri, pembantu bidan karena tertabrak kereta api di depan rumahmu sekarang. Saat itu beliau berdua sedang menguruskan pendirian magister agama sebagai bagian dari upaya membesarkan dirimu.

Unisda, ketika engkau merenungi dengan baik sejarah kedirianmu. Aku yakin, haqqul yakin. Pada hari ini engkau justru berusaha membuktikan gelora semangatmu yang tinggi, dan engkau ingin menunjukkan kapasitas dirimu pada dunia. Bahwa engkau suatu saat akan menjadi perguruan tinggi besar yang bermanfaat untuk bangsa, negara dana agama. Amin.

Dirgahayu Unisdaku!!!

[1] Kutulis senja hari, 27 Nopember 2008.

Previous articlePotret Urusan Pendidikan di Era Otonomi Daerah; Refleksi Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2009
Next articleDeretan Prestasi Unisda