Lamongan, 3 Februari 2020

Saya Terselip diantara pentakziah. Ngapunten Gus Sholah, tidak bisa mengantar hingga Tebuireng. Saya bersaksi njenengan priantun sae.
Pertama kali saya berjumpa Gus Sholah, bukan saya yang sowan Gus Sholah, namun justru beliau yang ke rumah saya di PPMA Simo Karanggeneng Lamongan. Saat itu tahun 2001, pada saat ayah dan paman saya meninggal dunia. Beliau takziyah ke rumah. Takziyah beliau itu merupakan Suatu dukungan moril yang besar bagi saya dan keluarga. Sebagai catatan bahwa ayah saya dengan beliau rasanya belum pernah ketemu, apalagi saya.

Semenjak itulah saya memberanikan diri untuk sering diskusi, konsultasi dan bimbingan kepada gus Sholah, terkait masalah pengembangan pendidikan, kemasyarakatan dan macam-macan.
Beliau merupakan sosok yang mudah ditemui. Kalau ingin ketemu, tinggal sms atau wa saja, beliau pasti menjawab. Kalau ada longgar, pasti berkenan menerima siapapun tamunya.

Sumbangsih pemikiran beliau kepada saya, mendorong saya untuk mengajak beliau ikut memikirkan kelangsungan lembaga pendidikan tinggi yang saya kelola, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Alhamdulillah, beliau berkenan menjadi dewan penyantun Unisda, suatu lembaga yang dibentuk dari unsur tokoh masyarakat untuk memberi saran dan pertimbangan serta dukungan terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan.

Pada saat saya ditunjuk sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi NU Wilayah Jawa Timur, beliau juga berkenan dan antusias saat saya minta sebagai dewan penasehat Aptinu. Bahkan beberapa pemikiran beliau Yang saat itu diutarakan, beberapa tahun kemudian akhirnya terwujud, yakni berdirinya Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng. Beliau mengatakan kepada saya, “Alhamdulillah mas. Semoga Unhasy bisa segera berkembang seperti Unisda Lamongan”.

Saya banyak dikenalkan oleh beliau dengan beberapa tokoh bangsa di negeri ini. Betul-betul beliau sosok yang dermawan. Tidak hanya sudi berbagi pemikiran namun hingga menunjukkan kuncinya.
Saya betul-betul merasa kehilangan. Sedangkan saya sendiri belum bisa membalas kebaikan beliau. Semoga beliau Husnul Khotimah, ditinggikan derajatnya oleh Allah, bersama para sholihin dan para auliya, dalam perkumpulan Rasulullah SAW.

Previous articleHarlah NU 2020: Meneguhkan Kemandirian NU untuk Perdamaian Dunia
Next articleGiat Sosialisasi di Sela-Sela Sidang Perkara Transportasi Online di Makassar