Jakarta, 3 April 2019

Peringatan Isra mi’raj ini terkandung makna, sudah sejauh mana tingkat kualitas sholat kita.

Lalu bagaimanakah kriteria sholat yang sempurna itu? Syekh Ibnu Athoillah Assakandari menyatakan:

Janganlah kita meninggalkan sholat meskipun hati kita tidak merasakan kehadiran Allah SWT. Syekh Ibnu Athoillah memerintahkan kita untuk sholat apapun yang terjadi meski kita dilanda masalah lahiriyah (kesibukan dunia) atau bathiniyah (kegundahan jiwa). Kita diperintahkan untuk tetap sholat meskipun kita belum bisa sholat secara khusyuk dan sempurna. Karena dengan tetap menjalankan sholat tanpa khusyuk, ruhani kita jauh dari Allah namun jasmani kita akan dekat dengan-Nya. Semoga dengan rutin menjalankan sholat, Allah meningkatkan derajat sholat kita menjadi lebih tinggi disisiNya.

adapun tingkatan orang sholat bila merujuk syekh Ibnu Athoillah adalah sebagai berikut:

1. Sholat maa wujudi ghoflatin

Yaitu sholat yang hatinya tidak bisa merasakan kehadirat Allah SWT dan tidak pula merasakan keagungan Allah SWT. Pun demikian, kita tetap harus menjalankan sholat seperti anjuran sebelumnya.

2. Sholat maa wujudi yaqodzoh

Yaitu sholat disertai kesadaran akan keberadaan Allah SWT. Sehingga orang tersebut bertata krama dalam sholatnya dan berusaha untuk melepas diri dari kepentingan-kepentingan dunia.

3. Sholat maa wujudi khudlur

Yaitu sholat yang disertai kehadiran Allah SWT. Sehingga orang tersebut bermuroqobah (mengawasi) hatinya untuk tetap mengingat Allah SWT dalam sholat. Hatinya terbebas dari kesibukan-kesibukan selain Allah SWT. Ini serupa dengan ihsan, yaitu seolah-olah melihat Allah SWT dan Allah SWT melihat orang tersebut.

4. Sholat maa wujudin ghoibah amma siwa al madzkur

Inilah puncak sholat yang teramat khusyuk dan ihsan yang sempurna. Yaitu sholat yang benar-benar terbebas dari mengingat segala hal selain Allah SWT termasuk sholat itu sendiri. Orang tersebut telah benar-benar tenggelam dalam lautan dzikir kepada Allah SWT.

Apakah mungkin sholat tubuhnya bergerak, lisannya berucap, hatinya berniat, dan hanya mengingat Allah SWT namun tidak menyadari bahwa dia sholat? Inilah kekuasaan dan keagungan Alloh SWT. (Kmnu.or.id)

Previous articleSarapan Kebangsaan
Next articleSelamat Harlah ke 59 Tahun PMII